seafoodmanagementconsultant

KONSULTAN INDUSTRI PENGOLAHAN PERIKANAN

PENYUSUNAN BUSINESS PLAN PADA INDUSTRI PERIKANAN


Terdapat data yang menarik dari hasil informasi yang disampaikan oleh Koran Kompas, 24 Desember 2011. Dijelaskan bagaimana dari sector kelautan dan pertanian menyumbang kontribusi terhadap laju pereekonomian Indonesia sebesar 5,7% (terhitung masuk ke dalam 5 besar sector pendukung). Menjadi sangat menariknya, sampai-sampai di dalam salah satu terbitan Kompas, dengan dalamnya diulas mengenai pengembangan bidang perikanan itu sendiri.
Menjadi suatu pertimbangan yang tepat bagi pelaku bisnis untuk melirik sector ini sebagai salah satu alternative dari pengembangan bisnis. Mengapa? Alasan pertama adalah bidang perikanan memiliki potensi yang kuat mengingat sumber perikanan di Indonesia juga sangat besar. Termasuk ke dalam salah satu Negara dengan angka luas Lautan terbesar, menjanjikan adanya keragaman dari sumber perikanan itu sendiri. Selain dari aspek kelautan, pengembangan budi daya bidang perikanan, seperti udang maupun ikan air tawar juga merupakan prospek yang tidak bisa hanya dilirik sebelah mata saja. Alasan kedua, potensi pasar yang meningkat. Apabila dibandingkan dengan jenis sumber protein hewani lainnya, perikanan menjanjikan nilai protein yang tinggi dengan nilai budi daya yang rendah. Dimana banyak konsumen sudah mulai melirik produk perikanan sebagai salah satu sumber pangan yang baik untuk kesehatan. Belum lagi dari produk turunan lain dari perikanan itu sendiri yang mana menjadi suatu bentuk komoditas unggulan baik untuk farmasi maupun untuk industri makanan lainnya.

STRATEGI UNTUK MENJAGA SUSTAINABILITAS BISNIS
Salah satu hal yang menarik dari industri perikanan adalah bagaimana memastikan aspek sustainability dari bisnis itu sendiri dijalankan. Hal yang menarik adalah bagaimana memastikan aspek sustainabilitas dari bisnis itu sendiri?

(1) MANAJEMEN SUMBER DAYA BAHAN BAKU
Tentu menjadi hal yang sangat menarik karena seringkali ditemukan bisnis perikanan memiliki kesulitan untuk menjaga aspek sustainabilitas dari industri perikanan itu sendiri. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan seperti bagaimana melakukan proses manajemen untuk pencarian sumber daya dari industri itu sendiri.
Satu hal yang menjadi keunikan dalam industri perikanan tangkap adalah ikan hasil tangkapan itu sendiri merupakan suatu produk yang tidak dapat diprediksi akan jumlah sumbernya secara tepat. Sehingga untuk memulai bisnis perikanan ini, langkah awal yang tepat adalah dengan melakukan survey atau riset terlebih dahulu terhadap potensi dari kandungan dari kekayaan potensi sumber bahan baku. Riset bisa dilakukan dengan melakukan analisis referensi terhadap area atau lokasi dari tempat penangkapan tersebut, bisa juga dilakukan riset terhadap kondisi sejarah lokasi yang dimaksud tersebut.

(2) MANAJEMEN PENGELOLAAN PRODUK
Proses perencanaan terhadap jenis produk yang dikembangkan menjadi suatu bentuk strategi yang tepat dalam perencanaan industri perikanan. Kemampuan dari suatu industri perikanan untuk bertahan hidup dapat dikelola melalui pengembangan produk perikanannya itu sendiri. Proses mengidentifikasi terhadap jenis sumber daya yang tersedia adala salah satu langkah straegis untuk mengedepankan keunggulan kompetisi dibandingkan usaha sejenis. Pengolahan yang tepat dapat menjadi andalan dalam menambah nilai jual produk. Penambahan nilai pada produk harus disesuaikan juga dengan kekuatan pasar dalam menyerap produk.

(3) MANAJEMEN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Manajemen terhadap proses optimalisasi proses operasional juga harus ditunjang dengan pemilihan sumber daya manusia yang tepat. Tidak dapat dipungkiri dalam industri perikanan, penetapan sumber daya manusia dapat menggiring bisnis menjadi lebih maju. Keahlian dan pemahaman terhadap proses dapat memastikan bahwa manajemen operasional yang ditetapkan dapat menjaga komitmen terhadap kualitas produk. Dalam industri makanan secara umum, khususnya pada industri perikanan, salah satu faktor penting yang diperlukan adalah pemahaman terhadap Sistem Manajemen Keamanan Pangan dan Sistem Manajemen Mutu. Dalam beberapa hal Sistem Manajemen Keamanan pangan yang dibutuhkan dalam industri perikanan sangat bersifat spesifik, yaitu ISO 22000 dan HACCP pada industri perikanan.

(4) PROGRAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN KEMANAN PANGAN DAN SISTEM MANAJEMEN MUTU
Proses operasional perikanan membutuhkan komitmen yang kuat dalam menjaga kualitas. Pemahaman terhadap kualitas didefinisikan sebagai kualitas bahan baku, kualitas proses, kualitas pemeliharaan dari peralatan, kualitas penanganan produk jadi, kualitas proses pengemasan dan kualitas pengiriman barang. Bagaimana cara memastikan pemastian kestabilan dari kualitas tersebut dijalankan?
Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) yang ditetapkan untuk memastikan sistem dan komitmen untuk memastikan kualitas terhadap sistem operasional dan produk. Standar Operating Procedure yang tepat dapat membantu mengembangkan aspek profesionalisme dari manajemen perusahaan. Pengembangan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, dilakukan dengan penyusunan dokumentasi keamanan pangan yang terdiri atas manual HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan SSOP (Standard Sanitation Operational Procedure). Kedua dokumen tersebut adalah bagian terpenting dalam industri perikanan dan pengolahan makanan lainnya.
Namun hal yang terutama dalam penyusunan sistem adalah tahapan implementasi dari sistem manajemen itu sendiri. Proses mengimplementasikan sistem adalah suatu proses bertahap dan membutuhkan komponen leadership (kepemimpinan) yang kuat untuk mengarahkan terhadap sistem manajemen keamanan pangan yang tepat. Implementasi yang tepat adalah meliputi tahapan pengkajian, tahapan audit dan tahapan secara terus menerus melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan yang tepat.

(5) PERENCANAAN ASPEK TEKNIKAL
Ketergantungan akan pengaruh teknologi dalam industri perikanan yang terkait dengan aspek teknologi yang berhubungan dengan proses pengolahan perikanan. Proses pengembangan operasional terhadap teknologi menjadi suatu nilai penting yang kuat untuk dipastikan ditetapkan sebelum menjalankan perusahaan. Salah satu contoh darii pengembangan teknologi yang optimal untuk dikembangkan dalam proses operasional adalah proses proses pendinginan.
Proses untuk pemastian setting up teradap aspek pendinginan seperti instalasi cold storage adalah suatu tahapan yang sangat memerlukan proses kalkulasi terhadap perencanaan dari sistem cold storage yang akan dibangun. Estimasi dan perhitungan yang tepat dijalankan untuk melihat kesesuaian terhadap kapasitas cold storage sesuai dengan proses pembekuan yang dipersyaratkan sesuai dengan standar. Proses perhitungan juga mencakup pada kekuatan dari daya listrik untuk memasok energy untuk proses operasional dalam proses penanganan teknis di lapangan.

PROSES PENGEMBANGAN PERENCANAAN BISNIS
Tidak dapat dipungkiri, bahwa proses perencanaan bisnis menjadi salah satu aspek yang penting terkait dengan industri perikanan. Perencanaan bisnis yang tepat yang dpat dilakukan adalah dengan melalui beberapa tahapan:
(1) Riset bahan baku
Melakukan proses perhitungan dan kalkulasi yang terkait dengan potensi sumber daya bahan baku pengadaan terhadap industri pengolahan itu sendiri. Estimasi itu sendiri meliputi jumlah dan kuantitas dari sumber daya, akses sumber daya untuk mencapai ke area proses maupun kompetisi untuk mendapatkan bahan baku tersebut.
(2) Proses perhitungan terhadap operasional dan investasi
Seperti kebanyakan dari perencanaan bisnis lainnya, perhitungan terhadap analisis kelayakan memerlukan informasi terkait dengan biaya operasional dan investasi yang terkait dengan aspek dari instalasi industri tersebut. Proses estimasi dan pengukuran yang dilakukan juga harus dipastikan sesuai dengan peramalan dari proses baliknya investasi.
Sedikit berbeda dibandingkan dengan industri operasional lainnya, industri perikanan ini memiliki aspek resiko yang harus dipertimbangkan, seperti (1) resiko regulasi, industri perikanan terkait dengan regulasi nasional dan internasional yang ditetapkan untuk mengakomodasi dari proses pengembangan industri maupun pengolahan (2) resiko dari harga, harga produk yang fluktuatif yang juga tergantung dari kebutuhan pasar, terkait dengan keberadaan bahan baku, ataupun dari aspek cuaca dan musin (3) resiko proses, proses pengolahan perikanan yang tepat akan sangat konsisten dengan standar kualitas dan keamanan pangan, ketidaksesuaian akan penanganan selama penerimaan, proses maupun pelepasan barang jadi.
(3) Proses Peramalan Penjualan
Dalam proses pengembangan proses peramalan penjualan juga dipastikan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Termasuk di dalamnya adalah potensi dari penjualan. Peramalan yang tepat akan memperhitungkan proses estimasi terhadap produk yang dijual dan kemampuan dari penjualan untuk mengembalikan investasi biaya yang sudah dikeluarkan.

Untuk lebih memahami proses pengembangan dan penyusunan perencanaan dari industri perikanan, kami dan konsultan kami memastikan bahwa proses konsultasi dan pelatihan yang tepat untuk mendampingi pengembangan dari industri pengolahan perikanan.

Januari 4, 2012 - Posted by | Pengolahan Produk | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: